RSS

Kadang, Maafkanlah dirimu…

Thu, Jan 21, 2010

Kesehatan

Kadang maafkan lah dirimu,….

Tidak ada manusia yang tidak salah. Kesalahan harus kita ingat sebagai pemicu untuk memohon ampunan. Lalu kita jadikan pelajaran agar tidak kita ulangi lagi.Tapi pada saat yang sama kesalahan juga harus kita lupakan sebagai pemicu untuk membuka lembaran baru,harapan baru dan ikhtiar yang bau…eh baru. Disini jiwa memaafkan diri berada pada titik tengah yang menyeimbangkan. Jangan sampai sebaliknya, kesalahan selalu di ingat hanya untuk menjadi pembenar atas lahirnya kesalahan berikutnya. Jangan sampai kegagalan selalu memenuhi hati untuk menjadi pembenar atas kegagalan yang terjadi beikutnya.

Memaafkan diri adalah sebentuk kesadaran,bukan sikap masa bodoh.
Memaafkan diri adalah sebentuk kearifan, bukan kecerobohan.
Memaafkan diri adalah cara kita mengapresiasi diri kita sendiri secara positif,bukan secara negatif.
Memaafkan diri adalah puncak keseimbangan dan netralitas jiwa di antara putus asa dan acuh.
Memaafkan diri adalah keseimbangan jiwa antara pesimisme dan optimisme.

Netralitas jiwa ini adalah puncak dari 3 tahapan dalam berusaha mencari apa saja dalam hidup ini ( lihat surat al Hadid ayat 21 ).

Tahap 1, adalah kesadaran akan pencarian yaitu usaha yang sangat serius,jiwa kompetisi dan cita cita yang tinggi,bahkan puncaknya adalah mencari surga.

Tahap 2, kesadaran akan jatah, bahwa apapun yang kita dapatkan sudah ada dalam catatan ALLOH.

Tahap 3, adalah kesadaran akan netralitas. Agar kita tidak berlebih lebihan dalam suka maupun duka.

Memaafkan diri adalah ketulusan jiwa untuk tidak angkuh ketika sukses,dan tidak kecut ketika gagal. Memaafkan diri adalah kebesaran jiwa untuk tetap santun ketika mendapat dan tetap sabar ketika tidak mendapat.Memaafkan diri adalah pilihan untuktidak terlalu sedih bila ada yang luput juga tidak terlalu gembira bila di beri.

Dalam berbagai hal,kita perlu belajar banyak tentang bagaimana memaafkan diri sendiri. Tapi yang tak kalah penting, kita perlu banyak belajar tentang bagaimana memaafkan diri sendiri dengan cara yang benar.

Pejamkanlah mata lihat lah kedalam diri kita,dan maafkanlah diri kita, lalu perhatikan apa yang terjadi ( kayak mario teguh aja )

Wallohhu’alam.

This post was written by:

awang - who has written 69 posts on Mutiara Kata.


Contact the author

Leave a Reply